Friday, April 15, 2011

SINOPSIS BUKU-Diantara Shaf Malaikat.

SINOPSIS BUKU-Diantara Shaf Malaikat.

Sungguh, hidup ini tidak sederhana!

Sejuta prahara begitu perkasa menghentam kepala dan batin Hanif. Bahkan, kala Hanif berupaya menyandarkan semua bencana hidupnya ke kursi spiritual, ke pelukan Ilahi Rabbi, prosesnya pun amat sangat pelik!
Ada gumpalan cobaan hidup yang harus dijalani seorang diri. Ada keperihan yang tak berkesudahan. Ada kesepian dan keterasingan yang selalu saja membentang. Amat sangat lama prahara itu menghunjamnya. Hanif mengalaminya bertahun-tahun. Terutama, sejak sang ibu tercintanya, sang panutan hatinya, sang pembawa lentera hidupnya, menghembuskan napasnya yang terakhir di saat dia masih haus kasih sayang dan bimbingan keagamaan di masa kanak. Juga kala Hanif mulai mengenal bisikan-bisikan cinta dari sosok-sosok perempuan bernama Ken Umi, Fatma, juga Listyani.
Di Antara Shaf Malaikat ini adalah sebuah novel religi inspirasional yang siap membentak-bentak batin setiap pembacanya bahwa untuk mencapai maqam hidup yang bahagia sangatlah tidak mudah. Sapuan gelombang harus dihadapi dengan jiwa tegar! Layak Anda baca dan Anda petik lautan hikmah yang ditawarkannya!

Really, life is not simple!

Millions are so powerful hurricane hit the inner head and Hanif. In fact, when Hanifable to leverage all the disasters of his life to the spiritual seat, into the arms of the Divine Master, the process was very, very strange!

There are lumps trial period must be living alone. There are endless keperihan. There is loneliness and isolation are always present. Very, very long time the hurricane was . Hanif experienced it for years. Especially, since his beloved mother,her role model himself, the bearer of his lantern, the latest blow breathing when hewas still thirsty of love and spiritual guidance in the child. Also, when Hanif started to know whisper-whisper of love from the figure, the figure of a woman named Ken Umi,Fatma, was also Listyani.

Shaf Angels Among these is a religious novel completed inspirational inner rage atevery station the reader that to achieve a happy life is not easy. Be faced with a waveswept hardcore soul! You read and you are eligible to quote the wisdom offered by the sea!












SINOPSIS BUKU – DIANTARA SHAF MALAIKAT

 (MUHAMMAD B. ANGGORO)


Judul buku bertajuk ‘Diantara Shaf Malaikat’ karya Muhammad B. Anggoro menceritakan kisah Hanif merupakan seorang anak muda yang Muallaf. Dia yang ditinggalkan oleh ibunya disaat dia masih memerlukan bimbingan rohani daripada ibunya. Dalam keluarganya ayah Hanif bukanlah seorang muslim. Dia menjadi keliru dan terumbang ambing mencari kepastian terhadap keyakinan agama yang akan dianuti oleh keluarganya, meski akhirnya dia menjadi seorang muslim yang taat, bercita-cita tinggi, dan optimis.
Hanif bertekad dan dengan rajin belajar ke sana ke mari untuk memperdalamkan ilmu agamanya. Selain itu dia juga punya keinginan besar untuk menjadi penulis. Untuk mewujudkan impiannya itu dia merantau ke Jakarta demi mencapai cita-citanya. Dalam masa yang sama dia ingin mengejar gadis yang telah mencuri hatinya, Ken Umi. Dia ingin gadis itu tahu bahawa cintanya terhadap gadis itu menjadikannya kuat dan keyakinan cintanya itulah yang membawanya mencapai cita-citanya dan untuk memiliki Ken Umi.
Namun disaat-saat kejayaannya bergelar seorang penulis ternama, dia tidak dapat mengubat hatinya yang kecewa akibat tidak dapat menyunting Ken Umi yang telah bersuami. Kenyataan itu benar-benar menjadikan Hanif menutup hatinya walaupun dalam masa yang sama hadir dua wanita yang menyimpan perasaan terhadap dirinya dan mengagumi Hanif, namun hatinya hanya untuk Ken Umi. 

Listiyani merupakan janda yang mempunyai anak. Pertemuannya dengan Listiyani membuatkan janda beranak satu ini jatuh cinta pada Hanif namun Hanif merasa tidak dapat memberikan hatinya kepada Listiyani malah dia menolak cadangan orang tuanya,yang ingin menjodohkannya. Hanif melupakan dan meninggalkan Listiyani demi mengejar cintanya,iaitu Ken Umi.
Hanif tinggal di tempat baru dan bertemu dengan Fatmawati Indri Prameswari. Ternyata gadis manis itu juga jatuh cinta padanya. Setelah Fatma mengenali Hanif, dia merasa dirinya dibohongi oleh Hanif kerana beranggapan Hanif sama seperti lelaki yang pernah dikenali sebelum-sebelum ini, gemar menghabiskan masa berhibur setiap malam namun hal yang berlaku adalah sebaliknya dia berasa rendah diri kerana mengetahui Hanif merupakan lelaki yang taat pada agamanya. Fatma kembali dengan sikap lamanya bermabuk-mabukan adakalanya pergi sehingga berminggu-minggu tanpa khabar.
Fatma menyedari bahawa Hanif begitu berbeza dengan dirinya,malah dengan lelaki yang pernah dikenali sebelum ini. Dimata Fatma, Hanif adalah jejaka yang alim dan boleh dijadikan teladan. Akhirnya Fatma mengambil keputusan untuk pergi meninggalkan Hanif dan tidak mahu bertemu lagi dengan Hanif. Persoalan cinta yang berlaku begitu dalam dirinya dirasakan berbeza dan rumit.

Sementara bagi Hanif pula, kejayaanya menjadi seorang penulis membuat dia merasa segala kejayaan itu hanya bermakna bagi gadis yang dicintainya dan selayaknya dibanggakan terhadap Ken Umi. Penolakan cinta Ken Umi kerana telah bernikah dengan lelaki lain, membuatkan Hanif merasa tiada ada gunanya lagi dia hidup di dunia ini. Hanif menjadi manusia yang lupa pada tuhan-Nya dan menjadi liar di kehidupan malam yang menjadikannya sakit.
Namun, hidayah itu selalu datang tanpa diduga. Hanif kemudiannya menyedar kesalahan-kesalahan yang telah dia lakukan dan kelalaiannya.  Akhirnya Hanif menginsafi dirinya dan ingin kembali bertaubat, dan berusaha untuk menjadi salah satu diantara shaf malaikat.
Hanif menghabiskan hari-harinya untuk bermunajat, tadarus dan beribadah kepada Tuhan. Kesihatan menjadikan dirinya kian susut dan menurun. Akhirnya Hanif meninggal dunia disaat dia dikejarkan ke hospital setelah diadakan wawancara tentang keberhasilan penerbitan novelnya.























SINOPSIS BUKU – DIANTARA SHAF MALAIKAT

 (MUHAMMAD B. ANGGORO)


Title of the book entitled "Between Angels Shaf “ by Muhammad B. Anggoro tells the story of a young Convert boy named Hanif. He was abandoned by his mother while he still needs the spiritual guidance of his mother. While his father is not a Muslim. He became confused and gone astray seeking assurance of religious beliefs to be embraced by his family, though eventually he became a devout Muslim, ambitious, and optimistic.

Hanif was determined and studied diligently goes to deepen the knowledge of his religion. Besides that he also had a great desire to become a writer. To realize his dream the finally make a move and he traveled to Jakarta in order to achieve his ambitions. At the same time he wanted to pursue a girl who has stolen his heart, Ken Umi. He wanted her to know that his love for her strength and confidence makes her love for him is that to achieve his ambitions, and to have Ken Umi.

But the moment when the successful title-renowned writer, he could not treat him the frustration caused can not edit Umi Ken has married. The fact that really makes him even close Hanif at the same time the two women present feelings towards him and admire Hanif, but his heart just for Ken Umi.

Listiyani is a widow with children.  Listiyani falls in love with Hanif. but Hanif felt unable to give his heart to Listiyani, he also rejected the suggestion of her parents, who want to make him married. Hanif try to forget about meeting Listiyani and left in pursuit of love, namely only for Ken Umi.

Hanif live in new places and meet Fatmawati Prameswari Indri. It turns out that sweet girl fell in love with him too. After recognizing Hanif, Fatma felt herself deceived by Hanif. At first she assuming Hanif is the same as men who had known before, who like to spending time entertainment every night but the thing that happened is the opposite of inferiority she felt knowing that Hanif was a devout man of religion . 
Fatma back to her old attitude partying and drinking. Sometimes she go out partying for weeks with no news. Fatma finally realized that there are so much difference between her and Hanif. In Fatma eyes, Hanif was a pious man and can be an example. Fatma finally decided go and leave Hanif. She also decided do not want to meet again with Hanif anymore. The question shall be so in love with him, felt different and complicated.

While with Hanif life he become successful and become a great writer. He dedicated his good workin writing, is only meaningful for the girl he loved and wanted to prove about his successful to Ken Umi. He suddenly felt the rejection of love for Ken Umi, when she was married to another man. With heartbroken leaving Hanif felt there was no longer any point in his life in this world when he losing his beloved one to other guy. Hanif became a forgotten man in his life to God and become wild, partying with night life which only makes him felt painful inside his heart.

However, guidance is always come unexpectedly. Hanif then sensitize the mistakes he did, and negligence. Hanif finally realize his wish to return and repent, and strive to be one of shafts angels.
Hanif spent his days for bermunajat, praying, Tadarus and worship God. Health declined to make him more and dropped. Hanif eventually died while he was rushed to hospital after a successful interview about publishing the novel.


SINOPSIS BUKU-Sujud Nisa di Kaki Tahajjud-Subuh.


SINOPSIS BUKU-Sujud Nisa di Kaki Tahajjud-Subuh.

Sebuah Novel Religius. Semua orang pasti punya masalah hidup. Pembezaannya ialah diantara pemenang dan pecundang iaitu terletak hanya pada kemampuannya untuk hidup berdikari, menaklukkan semua masalah yang tertangguh sehingga mampu meraih maqam kebahagiaan hakiki. Dan,buku ini adalah salah satu sebab untuk terus hidup adalah agama.
Melalui energi Tahajjud dan Subuh, Nisa yang lemah dan penuh masalah akhirnya berjaya meneruskan kehidupannya. Ada sujud, dzikrullah, air mata, doa, munajat, tawakkal, sabar, dan khusyuk. Novel ini meneladankan cara bertahan yang sangat luar biasa, bersendikan kekuatan iman, agama, dan hati!
Muhammad El Natsir, pengarang novel religius Tahajjud Cinta memberi ulasan bahawa “Novel ini membuatku optimis betapa Allah tak pernah jemu mencintaiku dan menolongku....” begitu juga dengan ulasan daripada Anam Khoirul Anam, pengarang novel Dzikir-dzikir Cinta. “Kartini adalah motivasi terulung! Novel ini telah membuktikannya. Kuat sebagai agama dan bertenaga sebagai inspirasi!”
Samsul Arifin, M.Ag., kandidat doktor, pensyarah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengulas bahawa “Nisa senantiasa menemukan energi baru dalam menghadapi semua kemelut hidupnya setiap kali bersujud di kaki Tahajjud dan Subuh. Semua persoalan hidup yang dialaminya, yang sungguh menguras energi, perasaan, dan air mata, mulai dari gelegar cinta, cemburu, egoisme, kepercayaan diri, penantian, pengkhianatan, hingga kesendirian, berhasil dilaluinya dengan takzim dan khusyuk. Ya, di kala malam semakin tua, angin semakin beku menghempas wajah, di kaki Tahajjud-Subuh, Nisa bercumbu mesra dengan Sang Kekasih. Beralaskan sejadah air mata, doa, dan iman.... Inspirasinya sangat mencerahkan, maka bacalah....”

A religious Novel. Everyone has problem of life. Distinction bis between the winner and the loser is just the ability to live independently, to conquer all the pending issues so as to achieve ultimate happiness of the station. And, this book is one reason to stay alive is a religion.
Through Tahajjud energy and Dawn, Nisa is weak and full of problems were finally able to continue living. There are prostrate, dzikrullah, tears, prayers, Sinai, resignation, patience, and humility. This novel is a model way to survive is very unusual, the joint power of faith, religion, and faith!

Muhammad El Natsir, religious novelist Tahajjud love to comment that "This novel made me confident that God is never tired of loving me and help me .." as well as comments from Anam Anam Khoirul, novel zikir-zikir of Love. "Kartini is a leading motivational! This novel has been proven. Strong as powerful as a religious and inspirational! "

Samsul Arifin, M.Ag., candidate doctors, lecturers UIN Sunan Kalijagas commented that "Nisa always find new energy in the face of all the turmoil of her life every time Tahajjud and prostrate at the feet of the Dawn. All issues of life that had, which really drained of energy, feelings, and tears, from the rumble of love, jealousy, selfishness, self-confidence, hold, treason, to solitude, successfully passed the solemn and humble. Yes, on the night grows old times, the freezing wind hit her face, at the foot of Tahajjud-dawn, Nisa-friendly flirt with the beloved. Prayer mats lined with tears, prayers, and faith .Very enlightening inspiration, then read ...."


SINOPSIS BUKU – SUJUD NISA DI KAKI TAHAJUD~SUBUH

SEHABIS CUBA TERBITLAH BAHAGIA (KARTINI NAINGGOLAN)

Setiap manusia itu sebenarnya sama sahaja, tidak akan terlepas daripada masalah. Yang membezakan setiap manusia itu adalah hanyalah sejauh mana dia mampu bertahan dan bangkit daripada masalah tersebut. Lebih kurang seperti itulah mesej atau pesanan tersirat yang ingin disampaikan oleh novelis, Kartini Nainggolan di dalam karyanya “Sujud Nisa di Kaki Tahajjud-Subuh”. Nisa merupakan peneraju atau watak utama novel ini yang senantiasa dirundung masalah dan ujian dalam hidupnya. Watak akan membawa pembaca untuk melihat ketegaran wanita ini menyelesaikan setiap ujian yang mendatang dengan tabah.

Selepas SMA Nisa menuntut ilmu di kota Jogjakarta. Dia meninggalkan kota pada asalnya, malang dan tinggal di kota Gudeg dengan pas-pasan. Awalnya Nisa ingin bekerja ke luar Jawa agar dapat membantu meringankan beban kedua orang tuanya yang tergolong miskin dengan bebanan 13 orang anak. Sayang, i’tikad baik Nisa ditentang oleh ayahnya. Dengan modal pinjaman dari sana-sini, Nisa akhirnya berangkat ke Jogja dan diterima menjadi mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Jogjakarta.

Kehidupan yang susah membuatkan Nisa berfikir keras bagaimana caranya agar dia dapat menghadiri kuliah setiap hari dan dalam masa yang sama membantu meringankan beban kedua orang tuanya. Dia mengambil keputusan untuk mengikuti sayembara penulisan novel dan akhirnya menjadi juara. Kehidupannya sedikit sebanyak telah banyak berubah. Jadualnya juga semakin padat. Kehidupannya menjadi serba cukup. Nisa juga sering diminta mengisi seminar-seminar mengenai penulisan, hingga suatu saat Nisa menjadi semakin akrab dekat dengan seorang pemuda yang bernama Fauzi.

Tetapi keakraban yang terbina ini mendatangkan ujian yang berat dalam hidupnya. Nisa mula didatangi oleh mesej-mesej yang berbaur mengancam hidupnya sekiranya dia masih mendekati Fauzi. Nisa menjadi keliru dengan ugutan-ugutan tersebut kerana hubungan antara dia dan Fauzi hanyalah seperti kawan biasa dan tidak lebih dari itu.

Konsentrasi Nisa sedikit terganggu kerana ternyata orang yang tidak dikenalinya itu tidak berhenti mengganggunya. Akhirnya orang yang tidak bertanggungjawab itu menyebarkan fitnah di seluruh universiti dengan meletak gambar bogel dengan (teknik super impose) Nisa melakukan zina. Malah gambar Nisa juga dieksploitasi dan disalah guna untuk tujuan menjatuhkan maruah Nisa. Hal ini menyebabkan Nisa tertekan dan harga dirinya hancur difitnah sedemikian rupa.

Nisa mengurungkan dirinya di dalam bilik selama beberapa hari kerana malu dengan sebaran fitnah tersebut. Dia tidak mempunyai keberanian menghadapi tekanan tersebut. Akhirnya dia mula dirasuk dengan tanggapan-tanggapan negatif terhadap orang-orang di sekelilingnya. Nisa mula menyalahkan kedua orang tuanya yang memaksanya kuliah di Jogja sendirian. Semenjak saat itu Nisa tersesat dalam pergaulan yang menyesatkan. Dia mula memaksa kedua orang tuanya menghantar wang saku kepadanya, dan menyelewengkan wang kuliah tersebut untuk tujuan berhibur. Hal ini berlarutan untuk jangka masa yang lama sehinggalah akhirnya hidayah datang dalam dirinya.

Suatu malam Nisa mengalami mimpi yang sangat aneh. Dalam mimpi tersebut dia dapat melihat kejadian-kejadian seperti apa yang digambarkan oleh alim ulama mengenai hari kiamat. Orang-orang berlumuran darah dan bau bangkai yang sangat menyengat. Susuk hitam besar dengan cambuk dari api yang terus-menerus menghujani mereka dengan cambuk api. Nisa juga termasuk di dalamnya. Dan, di dalam mimpinya juga dia dapat melihat lihat ada segelintir manusia yang kelihatan bersahaja, berdiri dengan senyumnya yang sangat mendamaikan.

Ketika bangun, Nisa sangat terkejut dengan mimpi yang dia alami. Fikirannya berputar-putar mencari jawapan kenapa hal itu boleh terjadi pada dirinya. Sejak bermimpi aneh, Nisa lebih banyak menghabiskan masanya dengan termenung dan memikirkan apa yang terjadi sebenarnya di dalam mimpinya tersebut. Hinggalah dia menyedari bahawa sebenarnya Allah telah memberinya hidayah untuk kembali lagi ke jalan yang benar.

Akhirnya Nisa mengambil keputusan bertekad untuk menjadi seorang muslimah yang sejati. Apabila tiba waktu malam, Nisa bangun dan bersujud di saat semua rakan-rakannya sedang tengah lena dibuai mimpi-mimpi indah. Nisa menangis, mengadu kepada Allah, dan memohon agar dia diberikan kekuatan baru untuk menjadi hambanya yang benar-benar bertaubat.

Satu hari sahabatnya, Ais, datang ke kuliah dan mengadu kepada Nisa bahawa dia telah diperkosa. Nisa terkejut mendengar aduan sahabatnya itu, namun apa yang lebih membuatkan Nisa menjadi lebih terkejut dan terkilan adalah apabila pada ketika itu juga Ais akhirnya telah membuat pengakuan perbuatannya terhadap diri Nisa, bahawa selama ini sebenarnya dialah yang memfitnah Nisa berbuat zina. Sahabatnya itulah yang telah membuat foto palsu (super impose) dan menjajahnya di lobi kampus. Nisa menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi marah, tapi dia tidak tahu harus berbuat apa. Bagaimanapun Ais adalah sahabatnya yang telah menjadi teman berbagai dalam segala hal. Sesakit apa pun hati Nisa, dia akhirnya membuka pintu hatinya untuk tetap memaafkan Ais.

Menjelang masa-masa akhir kuliah, Nisa pulang ke kampung halaman. Ibu Nisa telah menjodohkan Nisa dengan seorang pemuda tamatan IPDN, Irsyad. Tak lama kemudian mereka pun menikah. Namun, kebahagiaan mereka berdua tidak kekal lama. Irsyad meninggal dunia kerana penyakit yang dideritanya sejak dahulu sebelum berkahwin dengan Nisa. Walaupun pedih Nisa tetap sabar dan tegar. Dia menjalani hari-harinya tanpa seorang suami. Setiap malam dia bersujud di sepertiga malam. Hingga dia Berjaya menyelesaikan pendidikan Strata 2-nya, kemudian hadir Iryan.  Irvan datang mendambakan cinta daripada Nisa, dan berhajat untuk menikahinya. Hal ini sekaligus menjadi penamat yang akhirnya memberi kebahagian  perjalanan panjang seorang Nisa (perempuan).

Kisah ini sungguh mengharukan dan cukup memberi inspirasi kepada para pembaca. Nisa mengajarkan pembaca untuk tetap tegar dan tetap berpegang teguh kepada Allah dalam menghadapi segala persoalan yang ada. kerana hanya dengan berpegang teguh kepada-Nya lah manusia akan mendapat balasan yang terbaik dari cubaan yang menimpanya. Keyakinan dan berfikiran positif kepada Allah yang membuat Nisa selalu kuat. Dan kita juga boleh jadi seperti Nisa.

Dari kisah ini, Kartini Nainggolan (penulis) ingin menyampaikan bahawa setiap orang tidak semuanya dan tidak selamanya buruk ataupun baik. Setiap orang pasti akan berubah, cepat atau lambat. Perubahannya bisa dari baik menjadi buruk, atau sebaliknya, dari buruk menjadi baik. Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Asal ada kemahuan dalam diri kita untuk menjadi lebih baik, hal itu pasti terjadi. Sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat, bahkan ia lebih baik dari orang yang selalu beribadah siang malam tetapi tidak pernah mau bertaubat, dan merasa dirinya tidak mempunyai dosa..Ada banyak sisi positif dan pelajaran yang sangat berharga yang dapat dipetik dari kisah Nisa.  Novel ini baik sekali untuk dibaca oleh semua kalangan agar kita yakin bahawa janji Allah itu pasti benar.







SINOPSIS BUKU – SUJUD NISA DI KAKI TAHAJUD~SUBUH

SEHABIS CUBA TERBITLAH BAHAGIA (KARTINI NAINGGOLAN)


Every man is actually the same, will not escape the problem. That distinguishes every human being is just how far he was able to survive and rise of the problem. More or less as it is implied that the message or messages to be served by the novelist, Kartini Nainggolan in her "prostration at the foot Tahajjud Nisa-dawn." Nisa is the leader or the main character of this novel that has always afflicted the problems and trials in life. Hollywood will bring the reader to see the rigidity of these women completed all the tests ahead with fortitude.

After high school Nisa studied in Jogjakarta. She left town in the first place, poor and living in the city Gudeg with hand to mouth. Nisa originally wanted to work outside of Java to help ease the burden of parents who belong to the burden of 13 poor children. Unfortunately, both Nisa i'tikad opposed by her father. With a capital loan from here and there, Nisa finally went to Jogja and received a student at one private university in Jogjakarta.

Nisa makes life difficult to think how hard for her to attend classes every day and at the same time reduce the burden of her parents. She decided to pursue novel writing contest and eventually became a champion. She seems a bit much has changed. Schedule is also denser. She also seems to be versatile enough. Nisa also often been asked to fill-up seminars on writing, until a moment near Nisa become increasingly familiar with a young man named Fauzi.

But this brings camaraderie developed severe test in her life. Nisa first approached by the mixed messages threatening her life if she is still close to Fauzi. Nisa confused with the threat because her relationship between her and Fauzi was just like normal friends and not more than that.

Nisa concentration was slightly annoyed because people did not know that did not stop bothering her. Finally, people who are not responsible for the spreading rumors throughout the university to put naked pictures of (technical super impose) Nisa commit adultery. The pictures of Nisa’ was in purpose exploited and misused for the purpose of degrading Nisa. This causes stress to Nisa and dignity shattered slandered in such a way.

Nisa imprison herself in her own room for a few days because of shame of the spread such slander. She did not have the courage to face the pressure. Eventually she began possessed by negative responses to those around her. She start blaming her parents for forcing her to do her college in Yogyakarta alone. Since that time Nisa lost in the association of error. She began to force her own parents to sent her pocket money, and divert the money for college is fun. This lasts for a long time until finally the guidance came into her life.


All started with one night Nisa has a very strange dream. In the dream she can preview some events such as what is described by scholars on the Day of Judgement. The people covered with blood and the smell of carrion to shine. Big black profile with whips of fire which continues to ply them with whips of fire. Nisa is also included in her dream. And, isiden the dream also she can see a few people have seen the look casual, standing with a smile so reconciled. Everything in her dream seems so real and make her shocked and confious.

When awake, Nisa was very surprised with the dream that she experienced. Her thoughts swirled find the answer why it could happen to her. She keep asking what is the sign of guidance? Since the dream of a strange, Nisa spend more time with the dreamy and thinking about what actually happened in the dream. Until she realized that Allah has guided her to return to the path.

Nisa finally decided was determined to be a true Muslim. When arriving at night, she wake up and prostrated. When all her friends in the midst of flax saddled beautiful dreams. Nisa crying, complaining to God, and ask that her be given new strength to become a servant who truly repent.

One day her friend, Ice, coming to class and complained to Nisa that she had been raped! Nisa was surprised to hear complaints for what happen to her best friend. But after hearing some admit, what she heard shocked the most. Nisa become surprised and hurt when it was on the her best friend,Ice for the fact that he was slandered Nisa commit adultery. Ice was finally confessed her actions to Nisa, She admitted that she had made a false picture (super impose) and in the lobby it around their campus. Nisa felt betray and very shocked, she also felt angry. Nisa’ did not know what to do after heard all the confessed. No matter what, Ice is her best friend who had become friends in a variety of things. Even its hard to accept, felt betray inside her heart, she finally opened her heart to forgive permanent to Ice.

By the end of the lecture times, Nisa return to their homes. Nisa’ mother try to match Nisa’ with a young graduate IPDN, Irsyad. Soon after they knew each other, finally they were married. However, their happiness did not last long together. Irsyad died because he suffered from the disease before marriage with Nisa. Although painful, Nisa remain patient and hardcore. She underwent her days without a husband. 
Every night, she prostrated at the night. Until he successfully completed her 2-strata of education, then attended Iryan. Irvan came to crave the love of Nisa, and intends to marry her. It is well to finish the end of a long journey to happiness Nisa (women).

This story is very touching and inspiring to readers. Nisa teaches all readers to stay strong and hold fast to God in the face of problems that exist, because only by holding fast to Him the people will get the best response from the override attempt. Confidence and positive thinking to the God who made Nisa is always strong. And we can be as Nisa.

From this story, Kartini Nainggolan (writer) wants to convey that everyone and everything is not always bad or good. Each person must be changed, sooner or later. Changes can be of either is bad, or otherwise, from bad to good. Not too late to change. Original no desire within us to become better, it definitely happened. The best of those who do wrong are those who repent, but he was better than those who always worship day and night but never want to repent, and feel they have no sin .. There are many positive side and a very valuable lesson that can be learned fromNisa story. This novel is very good for reading by all parties that we believe that His promise is true.

Friday, April 1, 2011

monolog malam


Seriously x leh tido.
Sakit kepala.
Sunyi.
Sepi.
Sendiri.
Malam.
Bernafas dengan kipas 
menghadap muka pun tak dapat melenakan tidur.
 Sakit semakin menjadi-jadi.
Migrain selalu datang.
Subuh ni gastrik datang mengetuk.
memaksa diri bangun semula.
dinding terasa padat.
Leher terasa lenguh.
Badan rasa tak selesa.
Panas.
mengantuk tak pernah wujud
mungkin siang menjadi hibernisasi
malam menjadi peneman lara
terasa seperti tiada walaupun ada
ligat bermain beku diminda
tetap termenung menatap siling
berkedip-kedip
kosong
seriously tak boleh tido
sekian 
selamat malam